Nomor 4 Paling Mengejutkan! Ini Merek Mobil yang Pernah Ada di Indonesia

Pabrikan Mobil yang Pernah Ada di Indonesia Tapi Kini Menghilang

Pabrikan Mobil yang Pernah Ada di Indonesia Tapi Kini Sudah Tidak Ada

abrikan Mobil yang Tutup di Indonesia: Penyebab dan Sejarah Singkatnya

Industri otomotif Indonesia pernah diramaikan oleh berbagai merek mobil dari dalam dan luar negeri. Namun, tidak semua pabrikan mampu bertahan menghadapi ketatnya persaingan, perubahan regulasi, serta pergeseran minat konsumen. Beberapa di antaranya akhirnya memilih hengkang dan menghentikan operasionalnya di Indonesia.

Artikel ini akan membahas secara lengkap daftar pabrikan mobil yang pernah ada di Indonesia namun kini sudah tidak beroperasi lagi, lengkap dengan penyebab dan kisah singkatnya.

1. Chevrolet

Chevrolet merupakan merek asal Amerika Serikat yang cukup lama hadir di Indonesia. Mobil seperti Chevrolet Aveo, Spin, hingga Trailblazer sempat menjadi pilihan masyarakat.

Namun pada tahun 2020, General Motors resmi menghentikan penjualan mobil Chevrolet di Indonesia. Penyebab utamanya adalah penurunan penjualan serta fokus perusahaan pada pasar yang lebih menguntungkan.

2. Ford

Ford juga pernah menjadi pemain besar di Indonesia. Produk seperti Ford Ranger dan Everest cukup populer di segmen SUV dan double cabin.

Sayangnya, Ford memutuskan angkat kaki dari Indonesia pada tahun 2016 karena restrukturisasi bisnis global dan penjualan yang tidak sesuai target.

3. Datsun

Datsun kembali hadir pada 2014 sebagai mobil LCGC dengan harga terjangkau. Model seperti GO dan GO+ cukup diminati pada awal kemunculannya.

Namun, penjualan yang terus menurun membuat Nissan menghentikan merek Datsun secara global, termasuk di Indonesia pada tahun 2020.

4. Proton

Pabrikan asal Malaysia ini sempat mencoba peruntungan di Indonesia melalui model seperti Proton Savvy dan Gen-2.

Sayangnya, kalah bersaing dengan merek Jepang membuat Proton akhirnya mundur dari pasar Indonesia.

5. Daewoo

Daewoo sempat dikenal lewat mobil seperti Espero dan Lanos. Namun krisis finansial yang melanda perusahaan induknya membuat merek ini tak mampu bertahan lama di Indonesia.

6. Holden

Merek asal Australia ini pernah masuk Indonesia melalui beberapa model impor. Namun karena pasar yang kecil dan biaya tinggi, Holden tidak bertahan lama.

Penyebab Umum Pabrikan Mobil Hengkang dari Indonesia

  • Penjualan tidak memenuhi target
  • Persaingan ketat dengan merek Jepang
  • Harga suku cadang mahal
  • Kurangnya jaringan bengkel
  • Perubahan strategi global perusahaan

Tips Sebelum Membeli Mobil, Agar Tidak Menyesal

Sebelum membeli mobil, terutama dari merek yang kurang populer, pastikan Anda mempertimbangkan hal berikut:

  • Pastikan ketersediaan suku cadang
  • Cek jaringan bengkel resmi
  • Pertimbangkan nilai jual kembali

Anda juga bisa membaca panduan berikut:

Apakah Merek yang Sudah Pergi Bisa Kembali?

Sangat mungkin. Beberapa merek seperti Chery dan Wuling pernah menghilang lalu kembali dengan strategi baru. Kuncinya ada pada:

  • Harga yang kompetitif
  • Layanan purna jual yang kuat
  • Produk sesuai kebutuhan pasar Indonesia

Kesimpulan

Banyak pabrikan mobil yang pernah meramaikan pasar otomotif Indonesia namun akhirnya harus angkat kaki. Faktor utama penyebabnya adalah persaingan ketat, strategi bisnis yang kurang tepat, serta perubahan selera konsumen.

Bagi calon pembeli mobil, penting untuk mempertimbangkan reputasi merek, ketersediaan servis, dan nilai jual kembali agar tidak merugi di kemudian hari.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda seputar dunia otomotif di Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar